Reklame Non Komersial: Arti, Fungsi, & 5 Contoh

Illustration of non-commercial public service billboards displaying social messages like anti-bullying, mask-wearing, and anti-littering in an urban environment.

Reklame non komersial sering Anda lihat setiap hari mulai dari imbauan pemerintah, kampanye kesehatan, hingga pesan keselamatan di jalan raya.

Meski tidak bersifat menjual, reklame non komersial tetap memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku masyarakat.

Banyak tim marketing dan komunikasi publik masih bingung membedakan fungsinya, sehingga pesan yang disampaikan sering tidak maksimal.

Karena itu, mari kita bahas secara jelas apa itu reklame non komersial, bagaimana fungsinya, dan contoh penerapannya di lapangan.

Apa Itu Reklame Non Komersial?

Reklame non komersial adalah media penyampaian informasi di ruang publik yang bertujuan memberikan edukasi, imbauan, atau pesan sosial tanpa fokus pada keuntungan bisnis.

Berbeda dari reklame komersial yang mempromosikan produk atau layanan, reklame non komersial lebih menekankan kepentingan publik seperti kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.

Jenis reklame ini biasanya dibuat oleh pemerintah, lembaga non-profit, komunitas, atau perusahaan dalam program CSR.

Karakteristik Reklame Non Komersial

1. Tidak Berorientasi Profit: Reklame ini tidak bertujuan menjual produk atau meningkatkan penjualan, melainkan menyampaikan pesan edukatif, sosial, atau imbauan publik.

2. Fokus pada Kepentingan Umum: Isi pesannya berhubungan dengan isu kesehatan, keselamatan, kebencanaan, lingkungan, atau himbauan pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

3. Diterbitkan oleh Institusi Resmi atau Organisasi Sosial: Pembuatnya biasanya pemerintah, kementerian, lembaga non-profit, komunitas, atau program CSR perusahaan.

4. Desain Informatif dan Mudah Dipahami: Visualnya cenderung sederhana, langsung pada inti pesan, dan tidak memakai elemen pemasaran agresif seperti pada reklame komersial.

5. Mengikuti Regulasi Khusus Pemerintah: Beberapa daerah memberikan aturan atau keringanan tertentu untuk reklame non komersial, terutama terkait pajak atau zona pemasangan.

Baca juga: Apa itu Billboard Reklame? Jenis, Biaya & Pajak Terbaru

Fungsi Reklame Non Komersial

Agar pesan tersebut benar-benar diterima, reklame ini harus dirancang dengan strategi komunikasi yang tepat. Berikut adalah fungsi utama reklame non komersial yang perlu Anda pahami.

1. Meningkatkan Kesadaran Publik (Awareness)

Reklame non komersial menarik perhatian publik melalui pesan yang mudah dilihat di ruang terbuka. Pesan ini membangkitkan minat karena membahas isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Kesadaran mulai terbentuk ketika audiens memahami urgensi pesannya. Dengan begitu, publik terdorong untuk lebih peduli terhadap isu yang disampaikan.

2. Menyampaikan Informasi Sosial atau Pemerintah

Reklame non komersial menangkap perhatian dengan informasi penting yang relevan bagi masyarakat luas. Audiens kemudian tertarik karena pesan yang disampaikan biasanya bersifat aktual, seperti kesehatan atau keselamatan.

Keinginan untuk memperoleh informasi lengkap pun muncul. Pada akhirnya, masyarakat terdorong untuk mengikuti arahan atau pedoman yang disampaikan pemerintah.

3. Mengubah Perilaku atau Pola Pikir Masyarakat

Pesan visual yang kuat mampu menarik perhatian terhadap masalah sosial tertentu. Ketika audiens memahami risikonya, mereka mulai tertarik dan memikirkan konsekuensinya.

Hal ini menciptakan dorongan untuk berubah demi kebaikan bersama. Dampaknya, masyarakat lebih mudah mengambil tindakan sesuai pesan yang disampaikan.

4. Mendukung Kampanye Sosial dan Edukasi

Kampanye sosial membutuhkan media yang mampu menarik perhatian secara luas, dan reklame non komersial memenuhinya. Audiens menjadi tertarik karena pesannya edukatif dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

Mereka merasa terdorong untuk berkontribusi atau mendukung gerakan tersebut. Pada akhirnya, reklame membantu masyarakat mengambil tindakan nyata sesuai tujuan kampanye.

Baca juga: Jasa Reklame Satu Pintu: Strategi-Eksekusi dari Deta

Jenis-Jenis Reklame Non Komersial

Reklame non komersial ternyata punya banyak bentuk, dan tiap jenis membawa tujuan sosial yang berbeda.

1. Reklame Pemerintah

Reklame pemerintah menarik perhatian karena berisi informasi resmi yang berkaitan dengan kepentingan publik. Masyarakat menjadi tertarik karena pesan yang disampaikan biasanya menyangkut aturan, program, atau kebijakan terbaru.

Hal ini menumbuhkan keinginan untuk memahami dan mengikuti arahan pemerintah. Pada akhirnya, masyarakat terdorong untuk melakukan tindakan sesuai himbauan yang diberikan

2. Reklame Layanan Masyarakat (PSA)

PSA mampu menarik perhatian melalui pesan sosial yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Audiens kemudian tertarik karena pesan tersebut biasanya menyangkut isu penting seperti lingkungan, keamanan, atau moral.

Keinginan untuk berbuat lebih baik pun muncul ketika mereka menyadari manfaatnya. Sebagai tindakan, masyarakat terdorong untuk menerapkan perilaku positif sesuai pesan PSA.

3. Reklame Pendidikan

Reklame pendidikan menarik perhatian dengan penyajian pesan yang informatif dan mendidik. Audiens tertarik karena isi reklame membantu mereka memahami pengetahuan dasar atau keterampilan tertentu.

Keinginan untuk belajar lebih dalam pun muncul secara alami. Dampaknya, masyarakat terdorong untuk menerapkan informasi tersebut dalam keseharian.

4. Reklame Kesehatan

Reklame kesehatan mencuri perhatian lewat peringatan, data, atau visual yang menyadarkan tentang pentingnya pola hidup sehat. Audiens kemudian tertarik karena pesan kesehatan langsung berhubungan dengan keselamatan diri.

Keinginan untuk menghindari risiko atau meningkatkan kesehatan pun terbentuk. Akhirnya, masyarakat mengambil tindakan seperti menjaga kebersihan atau mengikuti anjuran medis.

5. Reklame Keselamatan dan Ketertiban

Reklame keselamatan menarik perhatian melalui pesan yang tegas dan mudah dipahami. Audiens tertarik karena pesan tersebut berkaitan dengan keamanan di jalan, lingkungan, atau fasilitas umum.

Kesadaran tentang pentingnya ketertiban mendorong munculnya keinginan untuk lebih berhati-hati. Pada akhirnya, masyarakat terdorong untuk mengikuti aturan demi menjaga keselamatan bersama.

Baca juga: Bentuk Reklame Baliho: Arti, Beda & Contoh Gambar

5 Contoh Reklame Non Komersial

1. Himbauan Menggunakan Transportasi Umum

Sumber: Suriantorustan

Mengajak masyarakat menggunakan transportasi umum untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara di perkotaan.

2.Himbauan Jangan Buang Sampah Sembarangan

Sumber: Suriantorustan

Mengedukasi warga agar tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga kebersihan lingkungan bersama.

3. Himbauan Stop Pungli

Sumber: TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR

Pemerintah Sulsel mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dan bebas pungutan liar. Masyarakat diminta segera melaporkan setiap tindakan pungli melalui nomor pengaduan resmi Unit Pemberantasan Pungli Pemprov Sulsel.

4. Himbauan Stop Bullying di Sekolah

Sumber: Kompasiana

SMAN 1 Bantarkawung berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai. Seluruh warga sekolah diajak membangun interaksi positif agar perundungan tidak lagi terjadi. Bullying adalah tindakan yang menyakiti dan harus dihentikan bersama.

5. Himbauan Memakai Masker

Sumber: Antaranews

Himbauan memakai masker di Kota Kendari sebagai usaha pemerintah lokal dan biro iklan untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menggunakan masker dan menjaga jarak fisik guna menekan risiko penyebaran COVID-19.

Wujudkan Reklame Non Komersial Anda Bersama DETA

Reklame non komersial berperan penting dalam menyampaikan pesan sosial, edukasi publik, dan himbauan pemerintah kepada masyarakat. Media luar ruang seperti billboard, spanduk, dan DOOH memungkinkan kampanye sosial menjangkau audiens yang lebih luas secara konsisten dan mudah dikenali.

Agar pesan non komersial benar-benar memberikan dampak, setiap langkah harus dirancang dengan matang.

Dengan pendekatan Deta, kampanye sosial lebih mudah dipetakan, dieksekusi, dan diukur dampaknya. Strategi terintegrasi juga memastikan pesan non komersial tidak hanya tampil, tetapi turut memengaruhi perilaku publik.

DETA siap membantu instansi pemerintah, organisasi sosial, lembaga pendidikan, dan brand yang ingin menjalankan kampanye non komersial melalui layanan Offline Marketing Solutions. Mulai dari perencanaan OOH placement, billboard, DOOH, hingga event activation, DETA mendukung kampanye luar ruang yang lebih efektif dan berbasis strategi.

Ingin kampanye non komersial Anda menjangkau lebih banyak orang dan memberikan dampak nyata? Hubungi tim DETA sekarang untuk konsultasi dan penyusunan strategi yang sesuai dengan tujuan program Anda.

Leave a Reply

read more

Related Articles