Reklame adalah: Jenis, Fungsi, Tujuan & Contoh

Reklame adalah - Jenis, Fungsi, Tujuan & Contoh

Anda melihatnya setiap hari. Baliho. Spanduk. Neon box.

Anda tahu itu semua adalah “iklan”. Tentu saja. Tapi saat kami tanya, apa sebetulnya bedanya billboard raksasa di jalan tol dengan branding kecil di rak Alfamart? Anda mungkin tak tahu jawabannya.

Bagi pebisnis, kebingungan ini berujung pada… boncos. Kami sudah terlalu sering melihat klien menghabiskan anggaran besar untuk billboard megah di lokasi yang salah, padahal akar masalahnya ada pada strategi Go-To-Market yang belum jelas.

Tenang. Kami akan bedah tuntas di sini.

Kami tidak akan memberi Anda definisi kamus yang kaku. Kami membahas apa itu reklame, perbedaannya yang fundamental dengan iklan, dan memetakan semua jenis, fungsi, serta contoh nyatanya di lapangan. Mari simak bersama!

Apa Itu Reklame?

Reklame adalah media, alat, atau benda yang dirancang untuk tujuan komersial (mempromosikan produk/jasa) atau non-komersial (layanan masyarakat) guna menarik perhatian publik. Wujudnya bisa berupa media fisik luar ruang (baliho, spanduk) atau dalam ruang (poster, banner).

Untuk paham intinya, lihat asal katanya. Banyak yang melacaknya ke bahasa Latin, re clamare, atau bahasa Spanyol, reclamos, yang artinya “berteriak berulang-ulang”. Ini esensinya. Reklame tidak berbisnis, ia ‘berteriak’ untuk menginterupsi pandangan Anda secara repetitif.

KBBI kita menjelaskannya sebagai “pemberitahuan… dengan gambar menarik supaya laku”. Cukup jelas.

Nah, ini bagian pentingnya: definisi hukum. Selama bertahun-tahun, Peraturan Perpajakan Daerah (khususnya UU No. 28 Tahun 2009) mendefinisikan reklame secara super luas, mencakup “benda, alat, perbuatan, media”.

Kenapa? Menurut kami, ini murni untuk urusan pajak. Definisi legal yang luas inilah yang sering bikin bingung, sampai ada yang memasukkan iklan radio ke dalam kategori reklame, padahal praktiknya sangat berbeda (meskipun UU baru, yaitu UU No. 1 Tahun 2022, kini telah mereformasi sistem pajak ini).

Baca Juga: OOH Advertising Adalah: Contoh, Jenis, dan Manfaatnya

Perbedaan Reklame dan Iklan

Ini adalah kebingungan paling umum. Keduanya sering tertukar. Padahal, hierarkinya sangat jelas. Mari kita luruskan sekali dan untuk selamanya.

1. Iklan sebagai Konsep (Proses Komunikasi)

Anggap ‘Iklan’ (Advertising) sebagai proses atau konsep payungnya. Iklan adalah keseluruhan strategi komunikasi persuasif, mulai dari riset pasar, ide kreatif, perencanaan media, sampai eksekusi dan pengukuran performa. Iklan adalah strateginya, yang bisa muncul di mana saja: TV, media sosial, podcast, dan tentu saja, reklame.

2. Reklame sebagai Media (Wujud Fisik Periklanan)

Reklame adalah salah satu wujud fisik atau media dari iklan. Jika iklan adalah strategi besarnya, reklame adalah alat di dalam kotak perkakas Anda. Di Indonesia, istilah ini praktisnya merujuk pada media fisik: OOH (Out-of-Home), media indoor, dan materi di titik penjualan (POSM).

Singkatnya: Reklame adalah media iklan.

Ciri-Ciri Reklame yang Efektif

Reklame yang ‘keren’ tapi tidak menghasilkan penjualan itu buang-buang uang. Titik. Agar efektif, sebuah reklame harus memenuhi beberapa karakteristik kunci ini.

1. Pesan Singkat, Jelas, dan Mudah Diingat

Reklame adalah glance media (media sekilas). Audiens di tol hanya punya 3 detik. Pesan Anda harus bisa ditangkap dalam sekejap mata. Jika audiens harus mengerutkan kening untuk membacanya, Anda sudah gagal.

2. Visual yang Menarik Perhatian (Mencolok)

Sesuai artinya (‘berteriak’), reklame harus menonjol. Ia bersaing dengan kebisingan visual lain di ruang publik. Desain Anda harus memakai gambar besar dan warna kontras untuk memenangkan perhatian itu.

3. Penempatan di Lokasi Premium

Ini paling penting. Desain juara pun percuma jika dipasang di gang sepi. Lokasi (lampu merah, persimpangan padat, area tunggu) adalah segalanya untuk menjamin exposure yang maksimal.

4. Disampaikan Secara Berulang (Frekuensi)

Kembali ke akarnya (re clamare). Reklame bekerja paling efektif saat audiens yang sama melihatnya berulang kali, setiap hari, dalam perjalanan mereka, hingga akhirnya membangun familiaritas merek.

5. Informasi yang Jujur

Ini berkaitan dengan etika dasar. Meski persuasif, klaim harus jujur. Di era skeptis ini, kebohongan adalah cara tercepat untuk menghancurkan Trust (Kepercayaan) yang sudah dibangun bertahun-tahun. Kalo jual minuman kemasan, jangan bilang dari air pegunungan jika faktanya adalah air bor.

Baca Juga: Apa Itu DSP DOOH? Definisi, Cara Kerja, Contoh

Fungsi Utama Reklame bagi Bisnis dan Masyarakat

Reklame bukan sekadar ‘papan nama’ pasif. Ia adalah pekerja keras yang punya empat fungsi inti dalam strategi Anda.

1. Fungsi Informatif (Menyampaikan Pesan)

Fungsi dasarnya: memberi tahu publik. Ada produk baru, toko baru, event baru, atau info layanan masyarakat (‘Awas DBD’, ‘Jadwal KRL Baru’).

2. Fungsi Persuasif (Mengajak atau Membujuk)

Fungsi utamanya di bisnis. Mendorong audiens melakukan sesuatu. Ini adalah tentang Call to Action (CTA). ‘Beli Sekarang’, ‘Daftar di Sini’, ‘Kunjungi Toko Kami’, atau ‘Berhenti Buang Sampah’.

3. Fungsi Pengingat (Brand Reinforcement)

Ini fungsi yang sering dilupakan namun sangat kuat. Untuk brand besar, reklame tidak lagi menginformasikan (semua orang sudah tahu), tapi mengingatkan. Billboard Coca-Cola di jalan tol ada untuk memastikan Anda ingat mereka tepat di saat Anda merasa haus.

4. Fungsi Membangun Citra (Branding)

Ini fungsi dalam strategi branding. Pemasangan reklame yang masif, premium, dan konsisten di lokasi-lokasi ikonik (seperti Bundaran HI) mengirimkan sinyal non-verbal kepada pasar bahwa brand Anda besar, mapan, dan tepercaya.

Baca Juga: Jenis-Jenis Iklan Berdasarkan Tujuan, Isi, dan Medianya

Apa Saja Tujuan Pembuatan Reklame?

Jika ‘fungsi’ adalah apa yang dilakukan, ‘tujuan’ adalah mengapa dibuat. Niat atau intent di baliknya hanya ada dua:

1. Tujuan Komersial (Mencari Keuntungan)

Ini yang paling umum. Dibuat oleh bisnis. Tujuannya untuk menghasilkan profit. Entah itu lewat peningkatan penjualan, mendapatkan leads, atau mendorong traffic ke toko. Contoh: Reklame diskon e-commerce, peluncuran model smartphone baru, promo kopi.

2. Tujuan Non-Komersial (Layanan Masyarakat atau Sosial)

Dibuat oleh pemerintah, yayasan, atau lembaga sosial. Tujuannya bukan profit, tapi awareness atau perubahan perilaku sosial yang positif. Contoh: Ajakan bayar pajak, kampanye donor darah, himbauan tertib lalu lintas.

Jenis-Jenis Reklame Berdasarkan Klasifikasinya

Ini bagian yang sering bikin pusing. Banyak artikel mencampurkan semua jadi satu. Mari kita bedah pakai tiga kategori utama. Ini adalah cara profesional memahami reklame.

1. Jenis Reklame Berdasarkan Tempat Pemasangan (Indoor vs. Outdoor)

Ini klasifikasi paling praktis. Outdoor (Luar Ruang) dipasang di luar, harus tahan banting cuaca, fokusnya jangkauan luas (Baliho, Spanduk). Indoor (Dalam Ruang) dipasang di dalam (mal, toko, stasiun), fokus pada audiens yang sudah tertarget (Poster, Standing Banner).

2. Jenis Reklame Berdasarkan Sifat Pesan (Penerangan, Peringatan, Ajakan)

Ini biasanya turunan dari reklame Non-Komersial. Ada yang sifatnya Penerangan (murni memberi info, misal: ‘Cara Baru Urus KTP’), Peringatan (bahaya, misal: ‘Awas Jalan Licin’), atau Ajakan (meminta tindakan sosial, misal: ‘Ayo Donor Darah’).

3. Jenis Reklame Berdasarkan Medianya (Visual, Audio, & Audio Visual)

Ini sumber kebingungan terbesar. Reklame Visual (99% dari yang kita lihat) mengandalkan gambar (baliho, poster).

Untuk Audio/Audio Visual, UU Pajak memang luas, tapi iklan Radio/TV itu industri broadcasting, bukan reklame. Satu-satunya reklame AV murni di ruang publik adalah Videotron atau DOOH (Digital Out-of-Home), yaitu billboard digital yang menampilkan video.

Baca Juga: 7 Strategi Pemasaran Offline yang Jitu & Terbukti

Contoh-Contoh Reklame yang Sering Kita Temui

Setelah tahu teorinya, mari kita lihat wujud fisiknya di lapangan. Bagi kami di Deta, ini adalah pekerjaan teknis yang kami tangani untuk klien sejak tahun 1980-an.

1. Contoh Reklame Media Luar Ruang (Outdoor)

OOH Demon Slayer and HyperMart by Deta_11zon

Ini adalah raja jalanan. Baliho (papan besar semi-permanen), Billboard/Papan Nama (struktur permanen di lokasi premium), Videotron (DOOH) (billboard digital), Spanduk (kain rentang), Neon Box/Light Box (papan nama toko yang menyala), dan Car Branding (stiker di kendaraan). Semua ini adalah bagian inti dari layanan OOH dan Store Build-Up kami.

2. Contoh Reklame Media Dalam Ruang (Indoor)

XY Banner (Standing Banner) HyperMart by Deta_11zon

Ini adalah reklame di titik produktif. X/Y Banner (Standing Banner) yang fleksibel untuk di lobi atau booth, Hanging Signage (penanda di langit-langit supermarket), atau Booth Pameran yang imersif. Ini semua adalah bagian dari layanan Store Build-Up dan Event Production kami.

3. Contoh Reklame Media Cetak (Print)

Brosur Navtari by Deta

Sering juga disebut Point of Sales Materials (POSM). Bentuknya Poster (ditempel di dinding), Brosur/Leaflet/Flyer (untuk dibagikan langsung), atau Buklet (buku info tipis).

4. Contoh Reklame pada Kemasan (Embalase)

Banyak yang lupa, kemasan produk Anda adalah reklame terpenting. Ini adalah ‘perang’ terakhir di rak. Termasuk di dalamnya adalah Gondola Branding (stiker dan materi promosi di rak supermarket), sebuah keahlian Store Build-Up yang sangat kami kuasai.

Baca Juga: Ide In Store Promotion: 7 Cara Jitu Gaet Pelanggan

Reklame Saja Tidak Cukup. Saatnya Eksekusi Bareng Deta!

Sekarang Anda paham. Reklame adalah alat yang kompleks, sebuah jembatan fisik yang vital antara brand Anda dan konsumen di dunia nyata. Tapi menjalankan reklame offline yang benar-benar berdampak, yang dilihat dan juga dirasakan serta mendorong tindakan itu membutuhkan keahlian, presisi logistik, dan pengalaman puluhan tahun.

Deta Integrated Marketing Company telah bertransformasi bersama brand-brand besar di Indonesia sejak tahun 1980-an, dimulai dari akar kami yang sangat kuat di outdoor advertising (OOH). Kami bukan konsultan yang memberi teori, tapi kami adalah eksekutor. Layanan Offline Marketing Solution kami menangani semuanya.

Mulai dari produksi materi promosi yang presisi, layanan Store Build-Up yang imersif (seperti yang telah kami buktikan untuk raksasa ritel seperti Lotte Mart, Family Mart, & TransMart), hingga penempatan aset OOH di titik paling premium di seluruh Indonesia.

Keahlian utama kami adalah Go-To-Market. Kami tidak akan asal menjual baliho kepada Anda. Kami akan menganalisis masalah Anda, memvalidasi tantangan Anda, dan merancang solusi terintegrasi yang benar-benar Anda butuhkan. Mungkin Anda tidak butuh baliho, tapi Anda butuh perombakan total visual merchandising di toko Anda.

Hubungi kami untuk konsultasi gratis dan biarkan tim ahli kami mendiagnosis kebutuhan Anda.

Leave a Reply

read more

Related Articles