Apa Itu OOH dan DOOH? Ini Bedanya di Dunia Iklan

Apa Itu OOH dan DOOH - Ini Bedanya di Dunia Iklan

Anda sering dengar OOH dan DOOH? Keduanya terdengar kembar, sama-sama di luar rumah, dan sukses bikin bingung.

Kebingungan ini bisa saja membakar uang. Anda bisa saja memasang OOH (iklan luar ruang tradisional) padahal butuh kelincahan DOOH (versi digitalnya), akhirnya ROI jadi tidak jelas. Anda sebal karena pesan iklan kaku, sementara kompetitor melaju.

Nah, kami di sini untuk menjernihkan semua. Sebagai praktisi yang sudah berkecimpung di offline marketing sejak era 80-an, kami akan membedah tuntas perbedaan fundamental OOH vs DOOH.

Artikel ini memuat definisinya, bedanya, plus-minusnya, dan mana yang pas untuk brand Anda.

Apa Itu OOH (Out-of-Home)

OOH adalah singkatan dari Out-of-Home Advertising, yaitu iklan yang menjangkau konsumen saat mereka berada di luar rumah. OOH bersifat statis, artinya menggunakan media cetak. Contoh umumnya adalah billboard (papan reklame), spanduk, dan poster. Pesan iklan ini dicetak dan tidak bisa diubah.

Apa Itu DOOH (Digital Out-of-Home)

DOOH adalah singkatan dari Digital Out-of-Home Advertising. Ini adalah evolusi dari OOH yang menggunakan media digital. DOOH bersifat dinamis, memakai layar seperti Videotron atau LED untuk menampilkan konten. Iklannya bisa berupa video atau animasi dan dapat diubah dari jarak jauh secara real-time.

Baca Juga: Reklame adalah: Jenis, Fungsi, Tujuan & Contoh

Perbedaan Kunci OOH vs DOOH (Statis vs Dinamis)

Oke, OOH itu statis, DOOH itu dinamis. Perbedaan sederhana ini punya dampak raksasa pada strategi, bujet, dan hasil kampanye Anda. Mari kita adu keduanya.

1. Sifat Konten: Cetak vs Tampilan Digital

  • OOH memakai materi fisik. Konten Anda dicetak di vinyl atau stiker. Satu pesan, satu visual. Ada kesalahan cetak? Itu bencana. Biayanya mahal.
  • DOOH memakai piksel di layar. Konten Anda adalah file digital. Anda bisa putar video full-motion, motion graphic, atau slide. Jelas jauh lebih mencuri pandang.

2. Fleksibilitas: Kaku vs Adaptif (Real-Time)

  • OOH itu kaku. Pesan Anda terkunci rapat. Bayangkan promo Anda habis di minggu kedua, tapi iklan masih tayang. Konsumen bisa frustrasi. Untuk ganti iklan, Anda butuh biaya cetak baru plus tim pemasangan manual.
  • DOOH super fleksibel. Ini keunggulan terbesarnya. Anda bisa ganti iklan dalam hitungan menit lewat internet. Anda bisa merespons tren, cuaca, atau bahkan jam sibuk. Iklan kopi di pagi hari, iklan makan siang di jam 12. Di satu layar yang sama.

3. Pengukuran Kinerja: Estimasi vs Data Akurat

  • Ini kelemahan terbesar OOH. Pengukurannya sulit dan seringkali cuma estimasi. Vendor mungkin memberi Anda data LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata), tapi itu data perkiraan kendaraan lewat. Bukan berapa orang yang melihat. Susah membuktikan ROI.
  • DOOH jauh lebih terukur. Platform modern bisa menyajikan performance report. Anda tahu impresi. Teknologi computer vision bahkan bisa menghitung jumlah mata yang melihat. Akhirnya Anda punya data.

4. Interaktivitas Audiens: Pasif vs Partisipatif

  • OOH adalah komunikasi satu arah. Audiens hanya melihat pasif.
  • DOOH bisa jadi dua arah. Dia memungkinkan interaksi langsung. Pikirkan layar sentuh di kios mal, vending machine interaktif, atau QR code di videotron yang mengarahkan audiens ke promo Anda.

5. Penargetan: Jangkauan Massal vs Segmentasi Spesifik

  • OOH bermain di penargetan berbasis lokasi. Dia bersifat massal. Menjangkau semua orang yang lewat. Ibarat “menembak pakai senapan shotgun”.
  • DOOH bisa melakukan hyper-targeting. Anda bisa membeli slot iklan yang hanya tayang di jam-jam spesifik untuk audiens tertentu. Jauh lebih efisien. Ibarat “pisau bedah”.

Baca Juga: OOH Advertising Adalah: Contoh, Jenis, dan Manfaatnya

Kelebihan dan Kekurangan Setiap Media

Tidak ada jawaban “mana yang lebih baik”. Sungguh. Semuanya tergantung tujuan Anda. Memahami plus-minus ini adalah cara agar bujet Anda tidak salah sasaran.

1. Kelebihan OOH (Selalu Aktif, CPM Rendah)

  • Always On: Iklan Anda tidak bisa di-skip, diblokir, atau dimatikan. Dia hadir 24/7.
  • Jangkauan Massal: Kekuatan utamanya adalah exposure besar-besaran.
  • CPM Rendah: Seringkali jadi opsi paling hemat biaya untuk menjangkau ribuan orang (Cost Per Thousand Impression).
  • Membangun Reputasi: Brand yang pasang billboard besar punya citra “serius” dan “bermodal”.

2. Kekurangan OOH (Sulit Diukur, Kaku)

  • Sangat sulit melacak ROI dan performa akurat. Titik.
  • Pesan terkunci selama masa kampanye, membuatnya tidak fleksibel.
  • Penargetannya juga terlalu luas.

3. Kelebihan DOOH (Visual Menarik, Terukur, Fleksibel)

  • Fleksibilitas: Ini poin juaranya. Kemampuan adaptasi real-time adalah kelebihannya.
  • Daya Tarik: Konten dinamis (video) terbukti jauh lebih membetot perhatian mata manusia.
  • Terukur: Anda mendapatkan data untuk membuktikan kinerja iklan.
  • Penceritaan: Anda bisa menayangkan iklan bersambung atau cerita pendek.

4. Kekurangan DOOH (Biaya Lebih Tinggi, Kompleksitas)

  • Biaya: Jujur, biaya sewa slot digital dan produksi konten video umumnya lebih tinggi.
  • Kompleksitas: Membutuhkan pemahaman teknis soal platform dan data.
  • Berbagi Layar: Iklan Anda seringkali harus berotasi (berbagi slot) dengan pengiklan lain, jadi tidak 100% always-on seperti OOH statis.

Baca Juga: Apa Itu DSP DOOH? Definisi, Cara Kerja, Contoh

Contoh OOH dan DOOH di Sekitar Kita

Agar lebih jelas, ini adalah contoh-contoh yang setiap hari Anda lihat di jalanan.

1. Contoh Media OOH

  • Billboard atau papan reklame cetak di jalan tol.
  • Spanduk kain atau vinyl di jembatan penyeberangan.
  • Poster statis di halte bus.
  • Iklan stiker di badan bus atau taksi (car branding).
  • Neon box toko yang menyala (tapi gambarnya tidak berubah).

2. Contoh Media DOOH

  • Videotron atau Megatron LED besar di persimpangan jalan raya.
  • Layar iklan digital di dalam lift, lobi gedung, atau stasiun MRT.
  • Papan menu digital di restoran cepat saji.
  • Layar iklan interaktif di vending machine.
  • Kios informasi layar sentuh di mal.

Baca Juga: Media OOH Adalah? Ini Jenis, Contoh & Manfaatnya

Mana yang Harus Anda Pilih? Deta Siap Bantu!

Jadi, OOH adalah tentang jangkauan massal yang konstan. Ini adalah “senapan” Anda.

DOOH adalah tentang fleksibilitas, penargetan cerdas, dan konten dinamis terukur. Ini adalah “pisau bedah” Anda.

Pilihan Anda bergantung murni pada tujuan kampanye. Anda ingin “menanam bendera” (OOH) atau “berinteraksi dinamis” (DOOH)?

Di Deta Company, kami sudah lama di dunia Offline Marketing Solution sejak tahun 1980-an. Jauh sebelum istilah DOOH populer, kami sudah membantu brand menancapkan eksistensinya di jalanan.

Keahlian utama kami adalah strategi Go to Market. Kami merancang strategi komprehensif agar brand Anda, baik melalui OOH maupun DOOH, bisa masuk ke pasar dan langsung terlihat oleh target yang tepat.

Bingung harus mulai dari mana? Hubungi kami hari ini. Ada sesi konsultasi gratis untuk membedah kebutuhan brand Anda dan menemukan solusi yang paling efektif.

Leave a Reply

read more

Related Articles