Ramadan sering dianggap bulan emas bisnis F&B, padahal justru paling kompetitif. Iklan makin padat, biaya iklan naik tajam, serta perilaku konsumen berubah ekstrem. Siang hari sepi, malam membludak. Banyak bisnis rugi karena ikut tren tanpa strategi.
Jika kompetitor Anda penuh reservasi bukber karena strategi pre-order rapi, sementara outlet Anda sepi karena kalah di Google Maps. Iklan Anda tayang di jam yang salah.
Nah kalau Anda salah strategi di Ramadan 2026 berarti kehilangan omzet dan momentum tahunan.
Artikel ini kami susun sebagai panduan Strategi Digital Marketing Ramadan untuk bisnis FnB. Pendekatan end-to-end berbasis Go To Market, menggabungkan data perilaku konsumen, kesiapan operasional, hingga eksekusi digital agar hasilnya berdampak nyata.
Table of Contents
Perubahan Perilaku Konsumen F&B di Ramadan 2026
Bisnis F&B tidak bisa lagi mengandalkan data Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2026 ditandai konsumen yang hyper-connected secara digital, namun tetap merindukan interaksi fisik. Strategi yang tidak adaptif berisiko salah timing dan salah channel.

Baca Juga: Strategi Digital Marketing Ramadan 2026 Brand Fashion
1. Pergeseran “Prime Time”: Sahur adalah New Golden Hour
Riset dari Telkomsel Ramadan Insight 2026 menunjukkan bahwa trafik digital melonjak saat sahur (03.00-05.00), menjadikannya salah satu waktu terbaik untuk menjangkau audiens. Sahur kini bukan sekadar waktu makan, tetapi micro-moment untuk brand awareness karena konsumen aktif dengan ponsel mereka.
2. Fenomena Bukber Offline: Kembalinya Interaksi Tatap Muka

Pasca-pandemi, bukber kembali menjadi ajang silaturahmi dan reuni. Konsumen FnB tidak hanya mencari makanan enak, tetapi pengalaman dan suasana yang cocok untuk dibagikan di sosial media.
Bukan cuma menu tapi visual outlet dan ambience kini berperan besar dalam keputusan untuk memilih tempat bukber.
3. Efek THR dan Psikologi Belanja Impulsif H-10 Lebaran
Menjelang H-10 Lebaran, konsumen jadi lebih konsumtif berkat pencairan THR dan kebutuhan Ramadan yang meningkat.
Menurut Glance, konsumsi makanan dan minuman serta belanja online melonjak tajam di Ramadan, menciptakan peluang besar jika strategi digital marketing ramadan tersusun dengan tepat.
Pada fase ini, konsumen kurang sensitif terhadap harga, namun sangat sensitif terhadap ketersediaan. Produk habis lebih berisiko dibanding harga lebih tinggi.
Alih-alih diskon, bisnis FnB disarankan menawarkan paket bundling premium atau menu spesial dengan stok terbatas untuk memaksimalkan margin.
Strategi Digital Marketing & Branding F&B yang Terbukti Ampuh
Strategi harus fokus pada niat terdekat konsumen, waktu paling efektif, dan pesan emosional yang relevan agar brand FnB tidak tenggelam di tengah perang iklan.
1. Hyper-Local SEO: Dominasi Kata Kunci “Tempat Bukber Terdekat”
Saat lapar, konsumen tidak ingin mencari jauh. Mereka mengetik “tempat bukber terdekat” atau “restoran bukber di [Nama Kota]” dan memilih dari hasil teratas Google Maps.
Optimasi Google Business Profile menjadi krusial. Pastikan review aktif, foto menu terbaru diunggah, serta jam operasional khusus Ramadan sudah diperbarui agar mudah ditemukan dan dipercaya.
2. Strategi “Time-Based Ads”: Menang Bidding Iklan di Jam 3 Pagi
Iklan makanan di siang hari sering diabaikan karena audiens sedang berpuasa. Salah waktu tayang membuat biaya iklan boros tanpa dampak signifikan.
Gunakan fitur dayparting di Meta Ads atau Google Ads. Jam 03.00-05.00 fokus menu sahur dan konten ringan, sedangkan jam 15.00-17.00 dorong iklan reservasi bukber dengan CTA yang jelas.
3. Content Marketing: Mengubah Narasi Menjadi Momen Kebersamaan
Konten Ramadan tidak cukup hanya menampilkan visual makanan. Brand perlu menyentuh sisi emosional, seperti yang dilakukan brand-brand dengan pendekatan konten relevan dan dekat dengan realita audiens.
Narasi untuk segmen anak kos, perantau, atau yang sahur sendiri dapat membangun ikatan emosional. Engagement meningkat ketika audiens merasa dipahami, bukan sekadar ditawari menu.
4. Menu Engineering: Paket Bundling Bukber & Frozen Food untuk Sahur
Saat jam bukber, menu dengan waktu masak lama berisiko memperlambat layanan dan menurunkan kepuasan. Operasional harus mendukung kecepatan tanpa mengorbankan kualitas.
Untuk bukber, tawarkan paket “Berempat Lebih Hemat” agar pesanan lebih ringkas. Untuk sahur, jual versi frozen dari menu best seller agar pelanggan bisa stok di rumah dan tetap terhubung dengan brand.
5. Kolaborasi Influencer (KOL) dengan Soft-Selling Islami
Kolaborasi KOL di Ramadan perlu pendekatan yang relevan secara emosional, bukan sekadar promosi produk. Audiens lebih responsif pada pesan yang sejalan dengan suasana spiritual.
Ajak influencer membuat konten seperti kultum singkat atau tips menjaga energi saat puasa, sambil menampilkan produk secara halus. Pendekatan ini membangun trust tanpa merusak konteks Ramadan.
Baca Juga : Jasa Social Media Management: Agensi Pro & Hasil Jelas
Optimasi Teknis & Operasional (Sering Diabaikan Kompetitor)
Strategi digital marketing ramadan yang kuat harus ditopang sistem yang siap. Di sinilah keunggulan Deta akan membantu Anda menjadi fondasi agar setiap aktivitas marketing Anda benar-benar menghasilkan konversi.
1. Website Performance: Pastikan Loading Speed di Bawah 3 Detik
Lonjakan trafik saat ngabuburit sering membuat website reservasi melambat atau tidak responsif. Kondisi ini berisiko membuat calon pelanggan berpindah ke kompetitor.
Audit kecepatan website perlu dilakukan sebelum Ramadan. Deta akan membantu Anda memastikan skor PageSpeed optimal dan server mampu menangani lonjakan pengunjung agar proses reservasi tetap lancar di jam sibuk.
2. Integrasi AI Chatbot untuk Customer Service Saat Admin Tarawih
Jam 18.00-20.00 adalah periode krusial untuk pertanyaan reservasi dan komplain. Namun di waktu yang sama, tim admin memiliki keterbatasan operasional.
Integrasi AI Chatbot WhatsApp membantu menjawab pertanyaan dasar secara otomatis, seperti ketersediaan meja, menu, dan lokasi, sehingga peluang konversi tetap terjaga tanpa bergantung penuh pada admin.
3. Kemudahan Opsi Pembayaran Digital (QRIS & E-Wallet) Anti-Ribet
Menjelang buka puasa atau imsak, antrean kasir yang panjang menurunkan kenyamanan pelanggan. Pembayaran tunai memperlambat alur layanan.
Penyediaan QRIS statis di setiap meja memungkinkan pelanggan membayar langsung tanpa antre. Proses lebih cepat, pengalaman meningkat, dan rotasi meja menjadi lebih efisien.
Baca Juga: Social Branding: Cara Bikin Brand Nempel di Hati
Roadmap Eksekusi Campaign (Go To Market Strategy)
Agar strategi Digital Marketing Ramadan berjalan optimal, eksekusi perlu mengikuti timeline yang jelas. Roadmap ini membantu bisnis F&B menjaga ritme kampanye, menghindari burnout tim, dan memastikan setiap fase tepat sasaran.
1. Fase Teasing (H-14 Puasa): Membangun Awareness & Cek Ombak
Dua minggu sebelum puasa adalah waktu untuk membangun awareness. Fokus pada edukasi menu Ramadan, konten ringan seperti jadwal imsakiyah, serta uji materi iklan untuk melihat respons awal audiens.
2. Fase Conversion (Minggu 1-2): Fokus Promo Bukber & Delivery Sahur
Pada awal Ramadan, minat bukber masih tinggi. Dorong iklan reservasi secara agresif dan pastikan jalur konversi siap. Di saat yang sama, maksimalkan layanan delivery untuk sahur guna menangkap kebutuhan praktis konsumen.
3. Fase “Panen Raya” (H-10 Lebaran): Genjot Diskon Saat THR Cair
Menjelang Lebaran, daya beli konsumen berada di puncaknya. Fokuskan pada produk bernilai lebih tinggi seperti hampers Lebaran dan paket bukber premium untuk strategi upselling yang lebih sehat dibanding diskon besar.
4. Fase Mudik & Lebaran: Target Geo-Location Rest Area & Wisata
Saat mudik dan libur Lebaran, pola konsumsi berpindah lokasi. Targetkan iklan berbasis geo-location di rest area dan destinasi wisata untuk menjangkau konsumen yang tetap aktif mencari makanan di perjalanan.
Baca Juga: Apa Itu Social Media Organic? Cara Gratisan Viral
Integrasi Online-Offline (O2O) untuk Impact Maksimal
Strategi digital akan lebih berdampak ketika terhubung langsung dengan aktivitas offline. Deta mengintegrasikan Offline Marketing Solution agar awareness yang dibangun di digital dapat dikonversi menjadi interaksi dan transaksi nyata di lapangan.
1. Pemanfaatan SPG & Usher untuk Sampling di Titik Keramaian
Aktivitas digital berfungsi mendatangkan traffic, sementara SPG dan usher berperan mengonversinya. Pada jam ngabuburit, mereka dapat membagikan sampling atau brosur dengan QR Code promo untuk mendorong kunjungan dan pembelian langsung.
2. Strategi CSR: Branding Melalui Kegiatan Berbagi Takjil
Kegiatan berbagi takjil membangun citra brand yang peduli dan relevan dengan nilai Ramadan. Dokumentasi aktivitas ini dapat diolah menjadi konten media sosial yang berdampak positif pada persepsi publik, sekaligus meningkatkan kepercayaan dan respect pelanggan terhadap brand.
Baca Juga: Jasa Dekorasi Interior Toko Tema Imlek dan Lebaran
Yuk Jalankan Strategi Marketing Ramadan 2026 Bersama Deta!
Sukses di Ramadan tidak cukup dengan satu kanal. Dibutuhkan integrasi data (riset), kreativitas (konten), teknis (web), dan eksekusi lapangan (offline). Menjalankannya sendirian berat, apalagi dengan tim internal terbatas.
Anda tidak harus menguasai semua strategi ini sendiri. Sebagai Go-To-Market Partner, Deta hadir sebagai perpanjangan tangan bisnis Anda yang menghubungkan strategi, teknologi, dan eksekusi dalam satu ekosistem terintegrasi.
Butuh website anti down saat traffic tinggi? Tim SPG untuk aktivasi offline? Atau strategi Ads yang tepat sasaran? Deta menyediakan Creative Marketing Solution, Online Marketing Solution, dan Offline Marketing Solution dalam satu paket.
Hubungi Deta sekarang untuk Konsultasi Gratis persiapan Strategi Marketing Ramadan 2026. Jangan tunggu sampai H-1 puasa karena momentum terbaik selalu dimenangkan lebih awal.


