Anda tahu Anda butuh papan reklame. Entah itu untuk toko baru Anda yang terdiam di antara ruko tetangga, atau untuk peluncuran proyek besar yang jadi taruhan perusahaan. Anda tahu itu penting. Tapi Anda bingung harus mulai dari mana.
Kalau Anda salah pilih jenis, salah hitung bujet (lupa pajak 25%?), atau desain yang gagal “menangkap” mata dalam 5 detik berarti investasi puluhan bahkan ratusan juta Anda hangus.
Ini panduan Anda. Kami akan membahas fungsi (Brand vs Sales), jenis (Makro vs Mikro), dan biaya (Sewa vs Produksi). Yuk simak sampai habis!
Table of Contents
Apa Itu Papan Reklame?
Papan reklame adalah media iklan luar ruang (OOH) untuk menyampaikan pesan promosi. Istilah ini dapat merujuk pada dua hal:
- Billboard atau Videotron besar yang disewa di lokasi strategis untuk brand awareness, atau
- Signage Toko (seperti neon box atau huruf timbul) yang dimiliki sebagai penanda identitas fisik bisnis.
Ambiguitas inilah yang sering membuat pebisnis salah paham. Pemilik toko ritel yang mencari “harga papan reklame” bisa kaget melihat angka ratusan juta. Karena mereka menemukan harga sewa billboard (Makna Makro), padahal yang mereka butuhkan sebenarnya adalah signage (Makna Mikro).
Ini adalah dua dunia yang berbeda. Satu adalah biaya operasional (OpEx) untuk menyewa lokasi strategis, sementara yang lain adalah belanja modal (CapEx) untuk memiliki aset identitas. Memahami perbedaan sewa vs milik ini adalah langkah pertama agar bujet Anda tidak salah sasaran.
Baca Juga: Reklame adalah: Jenis, Fungsi, Tujuan & Contoh
Fungsi Papan Reklame yang Sering Diabaikan Pemilik Bisnis
Kesalahan fatal yang sering kami lihat adalah orang langsung tanya harga. Bukan. Pertanyaan nomor satu adalah Apa tujuan Anda? Sebelum memilih jenis, kenali dulu tiga level fungsi ini.
1. Fungsi Primer: Membangun Kesadaran Merek (Billboard OOH)

Ini fungsi klasik billboard (Makna Makro). Tujuannya murni brand awareness massal. Ini adalah mikrofon pasif di pinggir jalan. Anda tidak jualan langsung. Anda menanamkan memori.
- Target Ideal: Anda yang meluncurkan produk FMCG baru atau cluster perumahan.
- Contoh Nyata: Iklan apartemen megah di sepanjang jalan tol. Tujuannya agar nama brand Anda tertanam di benak audiens sebagai pemain besar yang kredibel.
2. Fungsi Sekunder: Penanda Identitas Lokasi (Signage Toko)

Ini fungsi vital untuk bisnis fisik (Makna Mikro). Tujuannya adalah navigasi dan identitas. Anehnya, berdasarkan pengalaman kami, ini yang paling sering dihemat oleh pemilik bisnis. Padahal ini adalah wajah toko Anda.
- Target Ideal: Anda yang pusing karena pelanggan terus-menerus tersesat mencari lokasi cabang baru Anda.
- Contoh Nyata: Neon box nama restoran Anda. Fungsinya untuk membantu pelanggan (terutama di malam hari) bisa menemukan Anda dengan mudah.
3. Fungsi Tersier: Alat Bantu Penjualan Langsung (Display UKM)

Ini fungsi sales murni. Tujuannya mengkonversi traffic yang sudah ada di depan mata Anda. Ini adalah alat bantu upsell di titik pembelian.
- Target Ideal: Kebutuhan taktis harian untuk bisnis retail dan FnB.
- Contoh Nyata: Standing banner “Diskon 50% Kopi Susu” di depan pintu masuk. Atau papan tulis LED di belakang kasir yang mempromosikan menu spesial.
Membedah Jenis-Jenis Papan Reklame
Oke, tujuan beres. Sekarang mari kita pilih senjata yang tepat. Kami kelompokkan jadi empat kategori utama biar gampang.
| Tipe Papan Reklame | Tujuan Utama Bisnis | Model Biaya | Pertimbangan Kunci |
|---|---|---|---|
| Billboard / Videotron | Brand Awareness Massal (Fungsi Primer) |
Sewa Lokasi (OpEx) | Biaya sangat tinggi + Pajak 25%. Efektif untuk jangkauan, bukan penjualan langsung. |
| Neon Box / Huruf Timbul | Identitas & Wajah Toko (Fungsi Sekunder) |
Beli Aset (CapEx) | Investasi aset jangka panjang. Wajib untuk visibilitas malam hari & kredibilitas lokasi. |
| Pylon Sign (Totem) | Penanda Gerbang Kawasan | Beli Aset (CapEx) | Membutuhkan konstruksi sipil yang kuat dan izin yang lebih rumit. |
| Display Portabel (Banner) | Penjualan Taktis / Promo (Fungsi Tersier) |
Beli Aset (CapEx) – Murah | Sangat fleksibel & ekonomis untuk promo in-store. Jangkauan sangat terbatas. |
1. Kategori Media Luar Ruang (Billboard & Videotron/DOOH)
Ini “kelas berat” yang Anda sewa, fokus untuk Fungsi Primer.
- Billboard Statis: Ini adalah konstruksi besar dengan visual cetak vinyl. Anda “terkunci” dengan satu desain selama masa sewa (misal 3 bulan). Biayanya lebih murah.
- Videotron (DOOH): Ini adalah layar LED raksasa. Jauh lebih mahal, tapi sangat fleksibel. Anda bisa ganti iklan tiap jam, menampilkan video, dan jelas jauh lebih menonjol.
2. Kategori Signage Fabrikasi (Neon Box & Huruf Timbul)
Ini adalah aset yang Anda miliki, fokus untuk Fungsi Sekunder.
- Neon Box: Kotak berisi lampu LED yang ditutup akrilik atau vinyl backlit. Ini adalah standar wajib untuk bisnis yang beroperasi hingga malam.
- Huruf Timbul (Channel Letters): Ini adalah versi premiumnya. Setiap huruf dibuat 3D (bahan stainless, akrilik, dll). Jauh lebih mewah dan memberi kesan “mahal”, tapi biaya produksinya bisa 2-3x lipat.
3. Kategori Pylon Sign (Totem Penanda Kawasan)
Ini adalah “tiang penanda” vertikal yang tinggi, biasanya berdiri di gerbang masuk sebuah kawasan. Fungsinya sebagai penanda utama yang terlihat dari jauh.
- Fokus: Sangat relevan untuk bisnis properti yang meluncurkan kawasan perumahan, atau bisnis retail yang lokasinya ada di dalam rest area atau kawasan komersial.
- Contoh: Totem SPBU yang mencantumkan daftar tenant F&B dan ATM di dalamnya.
4. Kategori Display Portabel (Standing Banner & Papan Tulis LED)
Ini adalah kategori yang Anda beli putus untuk Fungsi Tersier (Sales).
- Standing Banner (X/Y-Banner, Tripod): Pilihan paling ekonomis dan fleksibel untuk promo in-store atau pameran.
- Papan Tulis LED: Pengganti modern papan kapur. Sangat efektif untuk menulis menu spesial harian di kafe yang mudah diganti-ganti.
Baca Juga: OOH AI: Saat Data Merevolusi Papan Reklame Bisnis Anda
Faktor Penentu Info Biaya Papan Reklame di 2025
Biaya papan reklame sangat bergantung pada satu hal: Anda menyewa lokasi (Operational Expense/OpEx) atau membeli aset (Capital Expense/CapEx).
1. Biaya Sewa Lokasi vs Biaya Produksi (Sewa vs Beli Putus)
A. Biaya Sewa
Anda membayar untuk lokasi dan jangkauan audiens.
- Sewa Billboard Statis: Kisaran harga sangat liar. Mulai Rp 5 Juta/bulan (daerah sekunder) hingga Rp 150 Juta – 500 Juta+/bulan (jalan protokol Jakarta).
- Sewa Slot Videotron (DOOH): Dijual per slot. Di titik premium Jakarta, siapkan Rp 45 Juta – 100 Juta+/minggu.
- Sewa Videotron Event (Harian): Untuk pameran atau launching. Kisaran Rp 400.000 – 870.000 per meter persegi per hari.
B. Biaya Produksi
Anda membayar untuk pembuatan aset fisik yang Anda miliki.
- Produksi Neon Box (Akrilik): Ini patokan standar industri yang baik. Kisaran Rp 1.500.000 – Rp 3.000.000 per meter persegi (1 sisi).
- Produksi Huruf Timbul: Jauh lebih mahal, dihitung per cm tinggi atau per desain.
2. Kompleksitas Desain dan Material Fabrikasi
Harga produksi jelas dipengaruhi oleh material (Akrilik vs Vinyl) dan kerumitan desain (misalnya, huruf timbul stainless vs galvanis).
Menurut kami, jangan pernah hemat di material. Anda mungkin hemat 2 juta di awal, tapi signage Anda akan terlihat kusam dan pudar dalam 18 bulan. Itu merusak brand Anda.
3. Ukuran, Konstruksi, dan Titik Pemasangan
Biaya tersembunyi ada di konstruksi. Neon box yang “menempel” di dinding ruko? Biaya pasangnya standar. Neon box yang sama tapi harus berdiri di atas tiang monopole 10 meter? Biaya konstruksi sipil dan besinya bisa jadi sama mahalnya dengan neon box itu sendiri.
4. Biaya Pajak Reklame dan Perizinan (Regulasi Pemda)
Inilah “ranjau” terbesar yang sering dilupakan. Pajak. Berdasarkan regulasi terbaru (contoh: Perda DKI), tarifnya 25% dari Nilai Sewa Reklame (NSR).
Artinya jika kontrak sewa billboard Anda (NSR) senilai Rp 100 Juta, Anda harus setor tambahan Rp 25 Juta ke Pemda. Ini adalah pain point administratif besar yang wajib masuk dalam bujet Anda dari awal.
Panduan Desain Papan Reklame yang Efektif
Kami sering sekali melihat desain cantik yang gagal total sebagai reklame. Kenapa? Desain reklame bukan seni. Ini adalah komunikasi fungsional yang dibatasi oleh kecepatan. Audiens Anda mengemudi 60 km/jam.
1. Psikologi Warna Kontras (Terbaca Jelas Siang-Malam)
Lupakan warna pastel yang lembut atau gradasi rumit. Di luar ruangan, Anda butuh kontras tinggi. Kuning di atas hitam. Putih di atas biru tua. Tujuannya: keterbacaan maksimal dari jarak 100 meter, baik siang maupun malam.
2. Aturan Tipografi: Jelas, Besar, Singkat
Ini bukan tempatnya memakai font skrip tipis yang artistik. Gunakan font sans-serif yang gemuk dan jelas (misal: Montserrat ExtraBold, Gotham Black). Pastikan ukurannya masif.
3. Kekuatan Pesan Singkat (Aturan 5 Detik Pembaca)
Ini adalah aturan terpenting. Audiens Anda hanya punya 3-5 detik untuk mencerna pesan Anda. Aturan dari kami adalah maksimal 7 kata. Fokus pada satu pesan utama. Jangan masukkan alamat web, nomor telepon, dan 5 akun media sosial. Tidak akan terbaca.
Baca Juga: 7 Strategi Pemasaran Offline yang Jitu & Terbukti
Pemasangan Efektif dan Aspek Legalitas yang Wajib Diketahui
Produksi selesai, pekerjaan belum beres. Pemasangan yang salah atau ilegal akan membuat investasi ratusan juta Anda sia-sia.
1. Menentukan Ketinggian dan Sudut Pandang Ideal
Survei lokasi itu wajib hukumnya. Pastikan papan nama Anda tidak terhalang pohon, kabel, atau tiang lampu dari sudut pandang utama. Ketinggian juga harus pas: eye-level pejalan kaki untuk signage toko, eye-level pengendara untuk billboard jalan tol.
2. Memilih Material Tahan Cuaca Iklim Tropis
Kita tinggal di iklim tropis. Panas ekstrem dan hujan deras adalah menu harian. Investasi di material berkualitas (rangka anti karat, modul LED waterproof, vinyl anti-UV) itu wajib. Ini bukan soal penghematan, ini soal durabilitas aset Anda.
3. Izin dan Pajak: Jangan Sampai Dibongkar
Ini adalah bagian paling birokratis. Anda tidak bisa asal pasang. Anda perlu IMBR (Izin Mendirikan Bangunan Reklame) untuk konstruksi tertentu dan wajib lapor serta bayar pajak 25% itu. Jika gagal, papan reklame Anda bisa disegel atau dibongkar paksa oleh Satpol PP. Repot.
Baca Juga: Apa Itu OOH dan DOOH? Ini Bedanya di Dunia Iklan
Papan Reklame Mana yang Tepat untuk Bisnis Anda?
Setelah pembahasan ini, jawabannya seharusnya sudah jelas. Pilihan papan reklame 100% bergantung pada tujuan Anda.
- Tujuan awareness massal? Sewa Billboard atau Videotron.
- Tujuan identitas lokasi? Produksi Neon Box atau Huruf Timbul.
- Tujuan sales harian? Beli Standing Banner.
Proses memilih, mendesain, memproduksi, memastikan konstruksi, apalagi mengurus perizinan pajak yang rumit itu? Itu adalah pekerjaan penuh waktu yang menguras energi.
Di sinilah keahlian Deta sebagai Go-To-Market Company dapat membantu bisnis Anda.
Melalui layanan Offline Marketing Solution, kami adalah mitra Anda. Kami mengintegrasikan papan reklame itu sebagai bagian utuh dari strategi Go-To-Market bisnis Anda, membantu pesan OOH Anda “nyambung” dengan kampanye digital dan aktivasi lapangan Anda.
Serahkan masalah ini pada ahlinya. Hubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis. Biarkan tim kami di Deta merancang solusi OOH yang paling efektif untuk Anda.


