Setiap perusahaan tentu ingin memastikan anggaran pemasaran digunakan seefektif mungkin, termasuk ketika mempertimbangkan penggunaan billboard.
Karena itu, banyak tim marketing mulai mencari tahu berapa harga billboard secara detail agar keputusan yang diambil benar-benar tepat.
Kami memahami bahwa biaya tidak hanya sekadar sewa titik, tetapi juga mencakup cetak, pajak, hingga pemasangan.
Sekarang, mari kita masuk ke pembahasan lengkap mengenai biaya sewa billboard terbaru yang perlu Anda ketahui.
Table of Contents
Berapa Harga Sewa Billboard Terbaru?
Sebelum Anda menentukan lokasi pemasangan, penting bagi kami untuk membantu Anda memahami bagaimana harga billboard dihitung secara aktual di lapangan. Setiap titik memiliki nilai yang berbeda tergantung kepadatan lalu lintas, visibilitas, ukuran, hingga aturan pajaknya.
Karena itu, biaya dapat berubah cukup jauh antara titik strategis dan non-strategis. Untuk memudahkan Anda, berikut kami rangkum gambaran harga sewa billboard terbaru.
1. Harga Sewa Billboard Jakarta per Bulan
Biaya sewa billboard di Jakarta umumnya berada di kisaran Rp80 juta hingga Rp200 juta per bulan berdasarkan rangkuman data dari beberapa publikasi termasuk survei TVOne. Rentang harga ini sangat dipengaruhi oleh lokasi penempatan billboard dan kepadatan lalu lintas di area tersebut.
Ukuran media, orientasi tampilan, serta tingkat visibilitas juga berperan besar dalam menentukan biaya akhir. Titik-titik premium seperti jalan protokol atau kawasan bisnis biasanya memiliki harga yang jauh lebih tinggi.
Hal ini terjadi karena eksposurnya lebih besar dan audiens yang dijangkau lebih relevan untuk kampanye branding. Karena itu, tim marketing perlu menyesuaikan anggaran dengan tujuan kampanye serta hasil yang ingin dicapai.
Perlu dicatat bahwa harga dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga tim marketing tetap perlu menyesuaikan anggaran dengan tujuan dan kebutuhan kampanye.
Rekomendasi Lokasi Billboard Strategis di Jakarta
Untuk mendapatkan hasil branding yang maksimal, pemilihan titik billboard menjadi elemen yang sangat menentukan. Beberapa lokasi premium di Jakarta menawarkan visibilitas tinggi dengan volume kendaraan besar setiap harinya. Berikut beberapa area strategis yang banyak dipilih oleh brand nasional maupun internasional:
- Jalan Hang Tuah – Jakarta Selatan
- Jalan Senopati – Jakarta Selatan
- Jalan Kemang Raya – Jakarta Selatan
- Jalan Daan Mogot – Jakarta Barat
- Jalan Salemba Raya – Jakarta Pusat
Lokasi-lokasi tersebut dikenal memiliki arus lalu lintas padat, audiens urban yang kuat, serta eksposur visual yang konsisten, menjadikannya pilihan ideal untuk kampanye billboard berjangka panjang.
2. Range Harga Sewa Billboard di Kota-Kota Lainnya
| Kota | Estimasi Harga/Bulan |
|---|---|
| Bekasi | Rp 25–60 juta |
| Depok | Rp 30–50 juta |
| Tanggerang | Rp 30–60 juta |
| Makassar | Rp 35-150 juta |
| Medan | Rp 40-200 juta |
Sumber harga yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga tim marketing tetap perlu menyesuaikan anggaran dengan tujuan dan kebutuhan kampanye.
Baca juga: Apa itu Billboard Reklame? Jenis, Biaya & Pajak Terbaru
Berapa Pajak Billboard?
Pajak billboard atau pajak reklame pada dasarnya dihitung dari Nilai Sewa Reklame (NSR), yaitu nilai sewa media sesuai ukuran, lokasi, jenis reklame, dan durasi pemasangan. Secara umum, tarif pajak reklame di Indonesia berada di kisaran 10% sampai 25% tergantung daerah dan jenis medianya.
Lokasi yang lebih strategis seperti pusat kota biasanya memiliki tarif lebih tinggi dibanding daerah pinggiran. Karena itu, pemasang reklame perlu memahami tarif daerah setempat agar dapat menghitung total biaya secara akurat.
1. Persentase Pajak Reklame
Tarif pajak reklame ditentukan oleh tiap pemerintah daerah, namun secara umum berada pada rentang 10%–25% dari NSR. Beberapa kota juga menerapkan tarif lebih tinggi untuk reklame digital seperti videotron karena dianggap memiliki nilai komersial lebih besar.
Di lokasi premium misalnya pusat kota atau area dengan traffic tinggi tarif cenderung lebih maksimal. Sebaliknya, reklame di daerah pinggiran biasanya dikenakan tarif lebih rendah.
2. Contoh Perhitungan Pajak Billboard (menggunakan tarif Jakarta 25%)
Misalnya sebuah billboard berukuran 4×8 meter dipasang di Jakarta selama 1 bulan.
Jika NSR ditetapkan sebesar Rp100.000 per meter persegi per bulan, maka:
- Ukuran billboard: 4×8 = 32 m²
- NSR per bulan: 32 × Rp100.000 = Rp3.200.000
- Tarif pajak DKI Jakarta: 25%
- Pajak Reklame = Rp3.200.000 × 25% = Rp800.000
Jadi pajak billboard yang harus dibayar adalah Rp800.000.
Baca juga: 7 Bentuk Bentuk Reklame Beserta Contoh Gambarnya
Tips Hemat untuk Tim Marketing Saat Sewa Billboard
Mengelola anggaran billboard sering kali menjadi tantangan bagi tim marketing, terutama karena biaya dapat membengkak jika tidak dihitung dengan cermat. Kami memahami bahwa Anda membutuhkan strategi yang realistis agar hasil tetap maksimal tanpa menguras budget.
Karena itu, kami rangkum beberapa langkah praktis yang dapat membantu Anda menekan biaya tanpa mengurangi efektivitas kampanye. Berikut tips yang paling relevan untuk Anda pertimbangkan.
1. Cara Negosiasi Titik & Durasi Sewa
- Negosiasikan harga dengan memilih titik yang near-strategis namun tetap memiliki traffic besar.
- Sewa jangka panjang (3–6 bulan) biasanya memberikan diskon 10–30%.
- Minta opsi bundling titik billboard untuk harga yang lebih hemat.
2. Optimasi Biaya Cetak & Maintenance
- Pilih material yang sesuai durasi tidak perlu material premium untuk kampanye < 1 bulan.
- Konsultasikan ukuran final agar menghindari pemborosan bahan saat mencetak.
- Lakukan pengecekan desain sebelum produksi untuk meminimalkan revisi dan biaya tambahan.
Baca juga: Jasa Pembuatan Reklame Bergaransi dan Profesion
Ingin Pasang Billboard? Deta Siap Bantu Anda!
Menentukan berapa harga billboard bukanlah proses sederhana. Mulai dari sewa titik strategis, pajak reklame, biaya cetak, hingga pemasangan dan pembongkaran semuanya perlu dihitung agar keputusan Anda tepat dan efektif.
Setelah ini, Anda tetap membutuhkan strategi pemasaran yang solid agar billboard yang Anda pasang benar-benar berdampak pada penjualan dan brand awareness. Ini saatnya menghubungkan investasi OOH Anda dengan strategi pemasaran yang terukur.
Di Deta, kami adalah integrated marketing yang mengutamakan pendekatan Go To Market (GTM). Sejak 1980-an, kami membantu bisnis merancang strategi pemasaran yang kreatif, dan juga terukur dan relevan dengan perilaku pasar.
Siap optimalkan pemasaran Anda?
Kunjungi layanan kami untuk solusi offline marketing service yang terintegrasi.
Butuh berdiskusi dulu? Hubungi admin kami dan nikmati konsultasi gratis untuk membahas strategi billboard dan pemasaran Anda bersama tim ahli Deta.


