Reklame Komersial: Arti, Ciri & 10 Contoh

Reklame Komersial - Arti, Ciri & Contoh

Pernahkah Anda merasa anggaran pemasaran hilang begitu saja untuk cetak spanduk, tapi omzet toko malah diam? Atau lebih parah, reklame mahal Anda tertutup dahan pohon dan kalah mentereng dari kompetitor yang desainnya norak tapi eye-catching.

Membakar uang untuk promosi visual yang diabaikan orang lewat adalah mimpi buruk pebisnis. Kota ini bising.

Mata konsumen dibombardir ribuan visual setiap hari. Jika desain reklame Anda terlalu sopan atau pesannya rumit bak skripsi, Anda akan dihiraukan.

Anda memerlukan taktik matang, bukan cuman vendor percetakan. Artikel ini akan membedah anatomi reklame komersial, mulai dari arti, karakteristik penjual, hingga 10 contoh untuk mendominasi pasar Anda.

Apa Itu Reklame Komersial?

Reklame komersial adalah media promosi visual atau audio yang bertujuan menawarkan barang atau jasa untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Reklame ini dibuat oleh pemilik bisnis untuk meningkatkan penjualan, membangun citra merek, dan membujuk konsumen agar membeli produk yang ditawarkan.

Reklame adalah Salesman Bisu. KBBI memang mengartikannya sebagai pemberitahuan barang dagangan lewat kata dan gambar.

Tapi bagi kami, reklame komersial adalah alat komunikasi visual untuk mencetak laba. Ia berdiri tegak 24 jam, bilang ke siapa saja yang lewat untuk melirik produk Anda. Tanpa istirahat. Tanpa cuti.

Berbeda dengan rambu negara, reklame komersial lahir dari ambisi pemilik modal untuk memenangkan pasar. Jika tidak menghasilkan uang atau atensi, itu cuma hiasan kota yang mahal.

Baca Juga: Reklame adalah: Jenis, Fungsi, Tujuan & Contoh

Perbedaan Utama Reklame Komersial vs Non-Komersial

Pemilik bisnis sering bingung membedakan nuansa pesan. Pahami perbedaan fundamental ini agar anggaran tidak salah alamat.

Beda paling mencolok ada pada “Niat Akhir”.

  • Reklame Komersial (Profit-Oriented): Orientasinya dompet konsumen. Semua elemen visual, dari warna merah menyala hingga tulisan diskon, bertujuan memindahkan uang saku konsumen ke kas perusahaan. Contoh: Promo “Beli 1 Gratis 1”.
  • Reklame Non-Komersial (Social-Oriented): Orientasinya hati nurani. Tujuannya mengubah perilaku atau info layanan publik. Contoh: “Bayar Pajak Tepat Waktu” atau “Awas Tikungan Tajam”.

Analoginya mudah. Komersial itu pedagang pasar yang promosi “Ikan Murah!”, sedangkan Non-Komersial itu Pak RT mengingatkan “Bersihkan Selokan”.

Baca Juga: Reklame Non Komersial: Arti, Fungsi, & 5 Contoh

Ciri-Ciri Reklame Komersial yang Menarik

Tidak semua reklame efektif. Berdasarkan pengalaman kami menangani klien Go To Market, reklame sukses punya DNA berikut:

  • Persuasif Agresif: Bahasa reklame pantang pasif. Ia harus menggoda, bahkan sedikit “memaksa”. Jangan cuma tulis “Jual Sepatu”. Itu membosankan. Tulis “Sepatu Ini Bikin Lari Anda Kencang”. Ada urgensi di sana.
  • Dominasi Visual: Otak manusia itu pemalas, apalagi saat di jalan. Secara alami, mata kita menangkap visual jauh lebih cepat daripada harus mengeja tulisan. Pastikan porsi gambar mendominasi. Biarkan foto produk yang bicara.
  • Hukum 3 Detik: Pengendara motor cuma punya waktu 3 detik melihat baliho Anda. Jika pesan Anda panjang lebar, lupakan saja. Pesan harus singkat, padat, menohok.
  • Repetitif: Sekali lihat belum tentu ingat. Reklame butuh repetisi. Pasang berjejer atau di banyak titik untuk menanam memori jangka panjang.

Baca Juga: Copywriting Adalah: Jenis, Contoh, dan Teknik Penulisan

Fungsi dan Tujuan Pemasangan bagi Bisnis

Kenapa perusahaan rela bayar pajak reklame tinggi?

  1. Hard Selling: Memicu impulse buying. Kita awalnya tidak lapar, tapi melihat foto ayam goreng raksasa, tiba-tiba belok ke drive-thru. Itu kekuatan sugesti visual.
  2. Branding (Top of Mind): Membangun citra bonafide. Masyarakat punya persepsi: “Perusahaan yang pasang baliho besar pasti modalnya kuat.” Trust level naik otomatis.
  3. Lokalisasi Pasar: Menjangkau audiens spesifik. Menyebar brosur di area sekitar toko adalah cara paling efisien menjaring tetangga tanpa algoritma rumit.

10 Contoh Reklame Komersial Paling Umum

Di medan tempur bisnis, Anda punya banyak pilihan senjata visual. Berikut ragam bentuk yang paling sering Anda temui:

1. Baliho dan Billboard

“Raja Jalanan”. Papan raksasa permanen di kerangka besi. Biaya mahal, tapi dampak branding jangka panjangnya masif.

Artikel Papan Reklame - Billboard OOH

2. Spanduk (Banner)

Kain rentang horizontal di antara dua tiang. Senjata favorit karena murah dan fleksibel. Cocok untuk promo momentum seperti “Diskon Kemerdekaan”.

Bentuk Reklame Baliho: Arti, Beda & Contoh Gambar

3. Videotron (Megatron)

Layar LED raksasa dengan gambar bergerak. Mata manusia secara biologis lebih cepat merespons objek bergerak. Ini jauh lebih mudah mencuri fokus dibanding papan diam.

VIDEOTRON

4. Poster

Lembaran kertas (A3/A2) di tembok atau mading. Sangat efektif untuk event lokal atau promo komunitas. Desain wajib kontras karena ukurannya kecil.

poster es teller 77

5. Brosur dan Selebaran (Leaflet)

Reklame yang “menjemput bola”. Dibagikan tangan ke tangan. Kelebihannya bisa memuat info detail yang bisa dibawa pulang konsumen.

Brosur Navtari by Deta

6. Neon Box

Papan berlampu, menyala saat malam. Wajib punya untuk toko fisik. Tanpa ini, bisnis Anda seolah “mati” saat matahari terbenam.

6 - Billboard Berbasis Pencahayaan (Neonbox, Backlit, Frontlite)

7. Iklan Media Massa (TV & Koran)

Reklame elektronik klasik. Jangkauan luas (nasional), tapi biaya sangat tinggi.

8. Iklan Digital (Media Sosial)

Reklame modern di layar HP. Lebih terarah. Anda bisa mengatur agar iklan cuma muncul di HP orang yang hobi spesifik.

9. Reklame Audio (Radio)

Promosi lewat gelombang suara. Mengandalkan theater of mind. Kuncinya ada di intonasi penyiar dan naskah yang kuat.

10. Embalase (Kemasan Produk)

Sering dilupakan. Bungkus produk yang menarik adalah iklan gratis yang terus berjalan selama barang dipajang di rak.

Baca Juga: Bentuk Bentuk Reklame Beserta Contoh Gambarnya

Jenis Reklame Berdasarkan Media Penyampaian

Pahami “medan tempur” indra manusia lewat tiga jalur ini:

  1. Reklame Visual: Hanya dilihat. Paling umum di jalan (Baliho, Spanduk). Kelemahan: Pasif, audiens harus menoleh.
  2. Reklame Audio: Hanya didengar. Contoh radio atau mobil pengeras suara. Kelebihan: Menjangkau orang yang sedang tidak melihat.
  3. Reklame Audio-Visual: Dilihat dan didengar. Paling efektif mengikat emosi (TV, Videotron).

Tips Agar Reklame Komersial Efektif dan Dilirik Konsumen

Pasang reklame itu investasi mahal. Jangan sampai boncos. Perhatikan tiga aspek vital ini:

1. Desain Visual Kontras

Pakai warna yang “menabrak” lingkungan. Jika pasang di area pohon hijau, jangan pakai latar hijau. Pakai merah atau kuning. Takut norak itu salah, takutlah tidak terlihat.

2. Copywriting Singkat

Hindari paragraf panjang. Gunakan headline menohok.

  • Buruk: “Kami menyediakan potongan harga 50 persen…”
  • Bagus: “DISKON 50%. HARI INI.”

3. Lokasi Relevan

Ini seni. Bukan cuma cari jalan macet, tapi relevansi. Pasang reklame bimbel di dekat sekolah, bukan di pasar basah. Itu buang peluru.

Baca Juga: Jasa Pembuatan Reklame Bergaransi dan Profesional

Yuk Buat Reklame Anda Bersama Deta

Pada akhirnya, reklame komersial adalah pilar utama Go To Market. Di era digital pun, kehadiran fisik memberi validasi kuat. Tanpa visibilitas nyata, produk bagus Anda hanya jadi rahasia.

Tapi kami paham. Mengurus reklame itu rumit. Memikirkan desain nendang, mengurus izin pajak ke Pemda, hingga cari titik strategis agar tidak tertutup pohon bisa bikin kepala pusing. Fokus bisnis Anda bisa pecah.

Anda butuh partner yang paham peta lapangan. Perkenalkan, kami Deta Integrated Marketing Company.

Kami bukan tukang pasang baliho. Kami ahli Go To Market. Layanan Offline Marketing Solution kami siap menangani keruwetan reklame fisik Anda. Dari strategi penempatan, perizinan, hingga produksi. Kami integrasikan juga dengan tim Creative agar visual reklame Anda benar-benar menghasilkan konversi.

Jangan biarkan bisnis Anda sunyi senyap. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis. Biarkan Deta membuat brand Anda bersaing di pasar dan mendatangkan laba.

Leave a Reply

read more

Related Articles